Friday, November 03, 2006

RIBUAN MASSA YASKUM
ONTROG MARKAS POLWIL BOGOR

- BOGOR - Ribuan massa anggota Yayasan Kharisma Usada Mustika (Yaskum), Rabu (1/11) kemarin, ontrog Markas Kepolisian Wilayah (Mapolwil) Bogor di Jl. Kapten Muslihat Kota Bogor. Kedatangan massa anggota Yaskum itu dipicu terbunuhnya salah seorang anggota mereka. Yakni, ustadz Muhammad Ali. Ustadz Ali adalah Warga Bobojong Desa Petir Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor yang menjadi korban amuk massa menyusul isu yang mengatakan ustadz tersebut mengajarkan aliran sesat pada warga setempat beberapa waktu lalu. Rombongan massa yang berasal dari seluruh Jabobetabek yang mengepung markas Polwil, mulai berdatangan dengan menggunakan 70 buah bus, serta ratusan kendaraan bermotor lainnya sekitar pukul 09.00 WIB. Massa melakukan iringan konvoi dari Jakarta menuju Bogor. Akibatnya, disepanjang jalan-jalan yang dilalui rombongan massa, arus lalu lintas menjadi macet. Dalam rombongan aksi massa juga terlihat salah seorang pelawak kondang turut serta dalam iring-iringan unjuk rasa tersebut yaitu, Jimmy Gideon. Jimmy ikut berorasi bersama ribuan massa lainnya. Kami meminta pihak kepolisian khususnya Polwil Bogor untuk dapat menangkap para pelaku pembunuhan terencana terhadap Ustadz kami M. Ali. Para pengunjuk rasa mengatakan, pihak Kepolisian Wilayah Bogor agar secepatnya menyidik kasus pengeroyokan dan pembunuhan berencana Ustadz M. Ali, secara proposional dan professional dan tidak tebang pilih didalam pelaksanaannya. Karena di mata hukum tidak ada satupun orang atau golongan yang kebal akan hukum," tandasnya geram.
Ditegaskannya, pihak kepolisian jangan sampai termakan dan terpengaruhi atas kasus kriminal murni ini dengan isu-isu aliran sesat. Ia menjelaskan, tidak ada suatu pesantren, alim ulama, kyai atau ustadz yang benar, yang dengan mudah menyalahkan atau menuduh seseorang salah dan sesat. Apalagi, sampai mengajarkan serta menggerakkan kemudian memprovokasi umatnya untuk bertindak kekerasan. jika pihak Kepolisian, tidak mampu mencari atau mengungkap para pelaku khususnya otak atau dalang perencana pembunuhan tersebut. Maka pihaknya mengancam, akan bertindak untuk mencari dan menghukum pelakunya sendiri. Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya juga menuntut agar para pelaku wajib meminta permohonan maaf kepada keluarga korban dan kepada pihak yayasan. Bentuk permintaan maaf itu, harus dilakukan dimedia massa (elektronik maupun cetak) atas ketidakbenaran tuduhan bahwa kelompok Yaskum itu adalah aliran sesat.
Untuk menenangkan ribuan massa dari Yaskum tersebut. Akhirnya, Kapolwil Bogor Kombes Sukrawardi Dahlan, menerima utusan 5 (lima) dari Yakum itu, untuk berdialog didalam ruangannya. Kapolwil didalam dialognya dengan 5 orang perwakilan dari Yakum itu berjanji, akan secepatnya mengusut tuntas kasus pembunuhan M. Ali yang dibunuh oleh warga setempat. Karena dituduh membawa aliran sesat di Bogor ini. Kami telah menginstruksikan Kapolres Bogor AKBP Irlan, Kapolsek, Kamtibnas, untuk segera menindaklanjuti permasalahan yang terjadi itu," katanya dihadapan mereka. Namun demikian, Muntaha salah seorang pengurus Yaskum yang ikut masuk dalam dialog bersama Kapolwil, tidak serta merta begitu saja percaya dengan ucapan Kapolwil. Muntaha mengatakan, pihaknya akan terus memantau dan mengikuti setiap perkembangan penyidikan kasus tersebut hingga ke tingkat pengadilan nanti.(Naga)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home